| Tipe senjata | Unit Arts |
| Kelangkaan | ★★★★★★ |
Aku sudah menerima spesifikasi yang diminta Walther. Benar-benar menggelikan! Aku harus mengonfirmasi ulang dengannya karena curiga dia kelebihan menulis satu angka nol untuk hasil yang diinginkannya. Si otak hawar itu tidak minta Unit Arts. Dia minta sebuah meriam raksasa portabel. Si gila itu bilang dia sangat butuh senjata itu untuk memajukan perbatasan kita lebih jauh ke alam liar. Kalaupun aku berhasil membuat senjata superhebat ini, akan kutolak ide untuk menyerahkan senjata penghancur massal ini kepada orang-orang perbatasan.
......
Menurut teori, hasilnya ... memungkinkan. Perhitunganku menunjukkan bahwa angka itu masih dalam batas yang bisa dicapai, tapi angkanya tampak berisiko. Aku harus mendesain ulang struktur Unit Arts ini, tapi kalau begitu ... keseluruhan bobot perangkatnya akan jadi berlipat ganda.
......
Alat penghancur bertenaga dengan mata rantai pemotong yang bergerak? Makin hari, permintaan mereka makin sinting saja. Apa mereka benar-benar akan menghancurkan kepala musuh dengan Unit Arts ini? Kalau dipikir-pikir, model yang sekarang memang punya cukup ruang untuk dipasangi motor. Mungkin kucoba saja.
......
Mereka terus bergerak maju dan Walther mengundangku untuk tur lapangan. Mengutip perkataannya, dia ingin lihat pencapaian “karyaku”. Alangkah baiknya kalau si Otak Hawar itu bisa menjelaskan bagaimana prototipeku raib dan kenapa mereka tak mampu menyelamatkan apa pun. Sepotong pun tak ada yang selamat.
......
Itu adalah pemandangan monumental yang akan kuingat seumur hidup. Aggelos itu sebesar gunung dan bangkainya menutupi seluruh lembah. Walther memberitahuku bagaimana dia mengendalikan prototipenya dari jarak jauh untuk menabrak Aggelos itu dan bagaimana alat penghancur bertenaga yang dipasang itu menimbulkan celah pada keraknya. Lalu, bahan peledaknya diledakkan dan menimbulkan ... efek yang menggetarkan bumi.